Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan disebut adaptasi. Adaptasi bertujuan untuk mempertahankan hidup setiap makhluk hidup. Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri khusus dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Adaptasi dilakukan oleh semua makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Adaptasi terbagi menjadi adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku. Adaptasi morfologi pada tumbuhan akan terbagi lagi menjadi beberapa macam.

Adaptasi morfologi yaitu penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan melalui bentuk tubuh atau alat-alat tubuh. Adaptasi morfologi dapat dilakukan oleh hewan dan tumbuhan. Adaptasi morfologi pada tumbuhan dapat dilihat dari bentuk daun, akar, dan batang yang menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggalnya agar tetap bisa bertahan hidup.

Macam-Macam Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Adaptasi morfologi pada tumbuhan dibedakan menjadi 5 macam yaitu adaptasi hidrofit, adaptasi xerofit, adaptasi higrofit, adaptasi halofit, dan adaptasi mesofit.

1. Adaptasi Hidrofit

Adaptasi hidrofit yaitu penyesuaian diri oleh tumbuhan yang hidup di air atau lingkungan perairan. Baik hidup di dalam air, mengapung di permukaan air, dan tenggelam sebagian di air. 

Tumbuhan hidrofit memiliki ciri-ciri yaitu daun lebar dan tipis agar mudah mengapung di air serta memiliki akar yang lebih kecil.

Contoh tumbuhan hidrofit yaitu teratai, lili air, dan eceng gondok.

2. Adaptasi Xerofit

Adaptasi Xerofit yaitu penyesuaian diri oleh tumbuhan yang hidup di lingkungan kering atau kekurangan air. Tumbuhan ini biasanya hidup di daerah gurun yang sangat panas.

Untuk dapat bertahan hidup, tumbuhan xerofit memiliki ciri khusus yaitu daun tebal dan berbentuk duri untuk mengurangi penguapan dan sebagai perlindungan diri, memiliki akar yang panjang, serta batang yang tebal.

Contoh tumbuhan xerofit adalah kaktus, pohon kurma, dan aloe vera.

3. Adaptasi Higrofit

Adaptasi higrofit yaitu penyesuaian diri tumbuhan terhadap lingkungan yang lembab. Artinya tidak terlalu banyak air namun juga tidak kering.

Tumbuhan higrofit mempunyai ciri-ciri khusus yaitu memiliki daun yang lebar dan tipis serta terdapat banyak stomata untuk mempercepat proses penguapan.

Tumbuhan higrofit terdiri dari tumbuhan paku, tumbuhan lumut, dan tumbuhan daun ungu.

4. Adaptasi Halofit

Adaptasi halofit dilakukan oleh jenis tumbuhan yang dapat hidup pada lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. Umumnya tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah pantai atau laut.

Tumbuhan halofit mempunyai ciri-ciri khusus untuk dapat bertahan hidup di lingkungan hidupnya yaitu memiliki akar yang kuat.

Contoh tumbuhan halofit yaitu pohon bakau.

5. Adaptasi Mesofit

Adaptasi Mesofit yaitu adaptasi morfologi pada tumbuhan yang mampu hidup dengan penyesuaian diri terhadap lingkungan yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.

Tumbuhan mesofit mempunyai ciri-ciri khusus yaitu memiliki sistem perakaran yang kuat dan daun yang berwarna hijau.

Contoh tumbuhan mesofit adalah pohon mangga, pohon rambutan, dan pohon pisang.

Adaptasi morfologi pada tumbuhan menggunakan bentuk atau struktur tubuh tumbuhan seperti daun, batang, dan akar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya agar tetap bisa bertahan hidup.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here