Panduan Lengkap Migrasi Shared Hosting ke VPS

Migrasi Shared Hosting ke VPS

Migrasi Shared Hosting ke VPS – Meningkatnya jumlah pengunjung membuat blog terkadang kelebihan beban. Apalagi bagi blog yang masih disimpan di shared hosting. Shared hosting biasanya hanya mampu menampung 10.000 s/d 20.000 visitor tiap hari, bergantung pada tema dan banyaknya plugin yang Anda gunakan.

Solusinya, Anda perlu upgrade hosting yang digunakan. Mungkin dengan meningkatkan paket shared hosting yang Anda gunakan. Tapi bagaimana kalau paket yang Anda gunakan sudah paling tinggi? Upgradenya mau tidak mau ke VPS.

Sedangkan kita tahu, bahwa di VPS segala hal teknis harus kita atur sendiri. Seperti instalasi sistem operasi sampai optimalisasi. Jika Anda tidak mempunyai banyak waktu dan kemampuan untuk hal itu masih ada solusinya, yaitu menggunakan manage hosting. Artinya kita dibantu pihak ketiga untuk mengelola VPS kita, sehingga hal ini akan banyak memangkas hal-hal teknis yang harus dilakukan.

Tetapi layanan seperti ini di Indonesia masih jarang dan kalau ada biayanya cukup besar. Maka dari itu penulis mencoba mencari penyedia jasa dari luar negeri. Salah satu yang cukup bersaing harganya adalah cloudways.

Mengapa cloudways? Supaya berimbang, berikut ini penulis sajikan kelebihan dan kekurangan menggunakan cloudways sesuai dengan apa yang pernah penulis alami sendiri.

Baca juga: Panduan Membeli Template WordPress di Themeforest

Kelebihan Menggunakan Cloudways

  1. Proses migrasi yang mudah dan cepat, bahkan akan dibantu sepenuhnya
  2. Terdapat banyak pilihan tempat hosting dengan harga beragam
  3. Tidak perlu repot, sehingga Anda dapat fokus dalam pengembangan blog
  4. Mudah dalam proses upgrade maupun downgrade paket hosting
  5. Biaya lebih terjangkau dibandingkan manage hosting lainnya
  6. Satu server bisa untuk banyak blog
  7. Backup otomatis

Kekurangan Menggunakan Cloudways

  1. Belum mendukung pembayaran transfer dari bank di Indonesia. (paling tidak untuk saat ini, ketika artikel ini dibuat)
  2. Alternatif pembayaran yang paling mudah yaitu menggunakan paypal.
  3. Sedikit lebih mahal dari shared hosting.

Berikut ini beberapa tahapan dalam melakukan migrasi blog dari shared hosting menuju cloud hosting menggunakan layanan cloudways.

Panduan Migrasi Shared Hosting ke VPS

1. Persiapan

Pada langkah awal ini, yang perlu Anda siapkan yaitu

  1. kartu ATM salah satu bank besar di Indonesia (penulis menggunakan ATM bank Mandiri) untuk proses validasi.
  2. akun paypal. Jika Anda belum memiliki, mungkin ini waktu yang tepat untuk membuatnya. Karena pembayaran baru akan ditagihkan antara tanggal 3-5 bulan berikutnya. Jadi masih ada cukup waktu untuk membuat akun paypal. Atau jika tidak mau repot, kami dapat membantu melakukan topup untuk akun cloudways Anda.
  3. kesabaran, karena beberapa proses memerlukan waktu. Anda perlu meluangkan waktu, mungkin sabtu atau minggu pagi (selain libur juga biasanya traffic sedang menurun).

2. Action

Jika hal-hal diatas sudah disiapkan, kita akan mulai migrasi shared hosting ke VPS. Silahkan kunjungi situs resmi cludways di cloudways.com. Kemudian buat akun dengan melakukan registrasi.

Setelah proses registrasi berhasil, Anda akan digiring menuju halaman pembuatan server baruAda beberapa isian, berikut panduannya

  1. WordPress : pilih versi yang terbaru
    Name Your Manage App : isi dengan nama blog anda
    Name Your Manage Server : isi dengan nama blog anda
    Select Your Project : isi dengan nama blog anda
  2. Ada beberapa pilihan tempat hosting, yang paling murah Digital Ocean, tetapi untuk blog kami, penulis memilih Linode. Dengan pilihan paket 1 GB. Dapat ditingkatkan kemudian hari.
  3. Location : Singapore

Akan muncul perkiraan harga yang harus Anda bayarkan, kemudian klik LAUNCH NOW. Tunggu beberapa saat sampai proses ini selesai, biasanya ini memerlukan waktu.

Selanjutnya buat TAB baru pada browser Anda, silahkan masuk ke blog Anda, pilih Plugins dan Add New

Instal plugin migrator dengan mengetikkan Cloudways WordPress Migrator pada menu pencarian plugin baru.

Setelah menemukan plugin seperti gambar diatas, silahkan diinstal kemudian diaktifkan.

Berikutnya akan muncul tampilan isian seperti berikut

Terdapat 6 kolom isian untuk melakukan migrasi, panduan videonya dapat diakses melalui laman ini.
Email : silahkan isi dengan email yang Anda miliki
Destination Site URL :  isi dengan application URL dari cloudways, Applications > Access Details > Application URL
Database Name : isi dengan nama database, Applications > Application Settings > Folder
Server Public IP Address : isi dengan IP address, Server > Master Credentials > Public IP
SFTP Username : isi dengan username yang ada dibawah Public IP
SFTP Password : isi dengan password yang ada dibawahnya lagi

Kemudian centang saja pada persetujuan I agree to blogvault, dan klik Migrate. Lamanya waktu migrasi bergantung pada besarnya file yang blog yang Anda pindahkan. Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan seperti berikutSilahkan klik Visit Migrated Site, jika berhasil maka akan muncul blog Anda. Bedanya URL yang digunakan masih cloudways.

3. Mengarahkan Domain

Pada proses ketiga untuk melakukan migrasi shared hosting ke VPS adalah mengarahkan domain. Ada beberapa pengaturan untuk mengubah domain agar bisa diakses dengan domain yang Anda miliki. Buka Tab Baru pada browser, kemudian masuk pada penyedia layanan domain Anda. Ada dua hal yang perlu diubah yaitu Nameserver dan DNS.

  1. Mengubah DNSUbah IP Address sesuai dengan IP yang disediakan dari cloudways. pada baris kedua name host isi dengan www, jenis record isi dengan CNAME dan alamat isi dengan alamat blog Anda.
  2. Mengubah NameserverSeperti yang tertulis, proses pergantian nameserver biasanya memerlukan waktu maksimal 24 jam, tapi biasanya setelah 1-2 jam sudah bisa sempurna. Cara cek melalui whatsmydns.net. Tunggu sampai alamat DNS Anda berubah seluruhnya.

Kembali lagi ke Tab akun cloudways Anda.

Langkah berikutnya pada sisi server, Anda juga perlu menerima domain yang telah diarahkan tadi. Buka jendela cloudways, pilih Applications > Domain Management > Primary Domain. Isi dengan nama domain Anda, kemudian pilih Save Change.

4. SSL Gratis (HTTP menjadi HTTPS)

Selanjutnya kita akan membuat SSL gratis. Supaya blog yang telah migrasi shared hosting ke VPS lebih aman dan lebih keren. Masih pada jendela Applications, pilih SSL Certificate. Isi email anda dan tuliskan nama blog, kemudian Save Change. Meskipun telah membuat SSL, masih ada pemberitahuan bahwa situs Anda tidak sepenuhnya aman karena beberapa masalah. Untuk mengatasi hal ini dapat menggunakan plugin tambahan Really simple SSL.Jangan lupa install dan aktifkan.

Sekalian saja, hapus plugin cache yang anda gunakan selama ini, cloudways merekomendasikan plugin dengan nama Breeze. Silahkan instal dan aktifkan. Untuk membersihkan cache, silahkan pilih Breeze yang ada pada menu bar atas pada admin panel wordpress. Pilih Purge All Cache.

5. Sedikit Coding

Satu langkah terakhir pada proses migrasi shared hosting ke VPS, tujuannya untuk memaksimalkan kerja server Anda. Dan ini penulis rasa penting untuk dilakukan. Yaitu menonaktifkan cronjob melalui wp-config.php. Kalau di share hosting bisa diakses dengan cpanel.

Tetapi berbeda dengan cloudways. Anda dapat mengerjakan sendiri atau meminta pihak cloudways dengan menggunakan Create a Ticket dan sampaikan bahwa Anda ingin menonaktifkan cronjob pada wp-config.php.

Atau memang ingin belajar dan melakukan sendiri. Anda dapat menggunakan FileZilla Client, silahkan unduh disini sekarang selanjutnya kita akan belajar cara menggunakannya.Ada 4 isian yang harus Anda isi berdasarkan data dari akun cloudways, server > Access Details.

  1. Host : isi dengan Public IP
  2. Username : isi dengan username yang ada dibawahnya
  3. Password : isi dengan password yang ada dibawah username
  4. Port : isi dengan angka 22 kemudian klik Quickconnect

Jika sukses tersambung, maka akan muncul file dari blog Anda pada sisi sebelah kanan. Cari file wp-config.php didalam folder applications. Setelah ketemu klik kanan pilih View/Edit.

File akan terbuka dengan Notepad, silahkan cari kata define(‘DB_COLLATE’, ”); dibelakangnya silahkan tambahkan define(‘DISABLE_WP_CRON’, true);

Selanjutnya tutup dan simpan.

Demikian tutorial tentang migrasi share hosting ke VPS, ada pertanyaan ataupun bantuan silahkan tinggalkan komentar dibawah atau menghubungi kami melalui Whatsapp. kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here