Pengertian, Hakikat dan Contoh Bisnis Internasional di Indonesia

bisnis internasional

Pengertian bisnis internasional sangat luas. Inti dari jenis bisnis ini adalah cakupannya yang melibatkan transaksi bisnis antara dua atau lebih negara, baik pemerintah maupun swasta. Bisnis internasional memiliki banyak manfaat yang luas. Selain bermanfaat untuk negara juga dapat memberi manfaat kepada masyarakat dari negara bersangkutan. Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja tempat dimana negara perusahaan tersebut berada.

Hakikat, Jenis dan Contoh Bisnis Internasional

Pada hakikatnya, bisnis  Internasional terbagi menjadi dua jenis, yaitu;

1. Bisnis internasional dalam bidang perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan bisnis yang dilakukan dengan cara proses tukar menukar barang yang dilakukan atas kehendak kedua belah pihak yang bersangkutan. Jenis bisnis cara tradisional ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu perdagangan bilateral (antar dua negara), regional (ASEAN) dan antar-regional (ASEAN dengan MEE). Bisnis internasional dalam bidang perdagangan mencakup beberapa hal yaitu;

  • Ekspor

Ekspor merupakan kegiatan menjual suatu barang ke luar negeri. Jenis bisnis  internasional dalam bidan perdagangan ini dibagi menjadi dua, yaitu;

  • Indirect Export

Yaitu menjual barang atau jasa melalui beberapa tipe pangkalan induk exporter.

  • Direct Export

Yaitu menjual barang atau jasa ke luar negeri dengan memproduksi sendiri.

  • Turnkey Project

Turnkey Project masih sama dalam lingkup eksport, namun dengan mekanisme yang berbeda. Turnkey Project memiliki mekanisme keahlian manajerial yang menangani ekspor di bidang teknologi yang sebagiannya merupakan perlengkapan modal. Karena bisnis internasional ini berkaitan dengan proyek teknologi, maka melibatkan pihak kontraktor. Pihak ini ditunjuk untuk melaksanakan tugas-tugas, seperti mendesain sebuah pabrik, menyuplai bahan mentah dan menyediakan teknologi pemrosesan.

  • Countertrade

Countertrade adalah sebuah konsep jenis bisnis internasional yang membahas kegiatan ekspor dan impor suatu negara. Bahasan konsep ini kemudian ditulis di dalam sebuah perjanjian, lengkap dengan pokok-pokok bahasan perjanjian, seperti transfer teknologi, pembelian barang kembali dan lain sebagainya.

Baca: Cara Membuat Rencana Bisnis yang Efektif

2. Bisnis internasional dalam bidang pemasaran

Pemasaran bisnis internasional adalah sebuah upaya untuk memasarkan hasil produksi dari suatu negeri ke negeri lainnya. Jika kegiatan eksport dan import memiliki patokan tarif bea masuk, pemasaran ini tidak. Artinya pengusaha dapat terbebas dari hambatan perdagangan dan urusan tarif bea tersebut. Adapun jenis transaksi yang dapat ditempuh bisnis pemasaran internasional, yaitu;

  • Licencing

Licenting yaitu sebuah bisnis internasional tentang pengaturan kontrak antara dua pihak, yaitu pihak the licencor atau pemberi akses hak paten dan the licencee. Selain memberikan akses hak paten, kegiatan bisnis ini juga mencakup prosedur pemasaran, keahlian, trademarks, rahasia penjualan atau teknologi. Tujuannya adalah agar mendapatkan keuntungan atau bayaran dengan kisaran 2 hingga 5 persen dari penjualannya. Contoh, Starbucks dan Toyota.

  • Franchising

Franchising adalah jenis bisnis dimana sebuah perusahaan di suatu negara (franchistor) menjual lisensi dan segala atribut perusahaannya ke perusahaan lain di luar negara perusahaan tersebut berdiri (franchisee), seperti peralatan, proses produksi, resep-resep, pengendalian dan pengawasan mutu hingga bentuk pelayanan. Umumnya, jenis bisnis internasional ini mencakup bidang kuliner, seperti Mc Donals dan KFC.

  • Management Contracting

Management Contracting berkaitan dengan aturan sebuah perusahaan satu yang menyediakan mekanisme manajemen dalam satu atau semua tempat kepada perusahaan lain. Contoh, Hotel Ritz Carlton dan Four Seasons.

  • Marketing in Home Country by Host Country

Marketing in Home Country by Host Country adalah pengaturan dimana suatu negara yang disebut dengan Home Country harus membayar, sedangkan Host Country atau negara pengirim akan memperoleh fee dari kegiatan bisnis internasional tersebut. Contoh Johnson & Johnson.

  • Joint Venturing

Joint venture adalah sebuah bentuk dari gabungan beberapa perusahaan dari berbagai negara yang disatukan dalam kerjasama dengan tujuan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi tanpa melihat besar atau kecilnya modal. Contoh Indofood dengan Nestle.

  • Multinational Corporation (MNC)

Multinational Corporation adalah sebuah perusahaan internasional yang berkantor pusat di suatu negara, tetapi memiliki kantor cabang di berbagai negara. Contoh Marlboro dan Coca-Cola.

Meskipun sekilas kedua jenis bisnis internasional tersebut nampak mirip dan sama, namun berbeda. Jika perdagangan hanya menyangkut ekspor dan impor saja, namun untuk pemasaran memiliki cakupan cara tempuh transaksi yang lebih bervariasi, seperti franchising, licencing dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here