Perbedaan Sistem Penambangan Terbuka dan Tertutup

Penambangan merupakan proses dari kegiatan pertambangan untuk melakukan pencarian dan pengambilan bahan tambang. Bahan tambang termasuk dalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini dikarenakan sebagian besar terbentuknya bahan tambang memerlukan waktu hingga jutaan tahun sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama pula untuk memperbaruinya. Misalnya, minyak bumi, batu bara, dan emas. Sehingga menggunakan sistem penambangan terbuka dan tertutup dalam penggaliannya.

Berdasarkan lokasi penambangannya, sistem penambangan di bedakan menjadi penambangan terbuka dan penambangan tertutup. Dalam proses penambangan, pemilihan sistem penambangan yang akan digunakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu, karakteristik endapan, kondisi geologi dan hidrologi, serta faktor lingkungan.

Jenis-Jenis Sistem Penambangan Terbuka dan Tertutup

A. Penambangan terbuka

dampak kegiatan penambangan

Penambangan terbuka adalah penambangan yang dilakukan di atas permukaan bumi dengan cara menggali lapisan-lapisan tanah sehingga pengerjaannya langsung berhubungan dengan udara luar. Penambangan terbuka terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Open Pit/Open Cut

Penerapan metode open pit dan open cut ditentukan oleh letak endapan bijih yang akan diambil. Open pit merupakan tambang terbuka dengan arah penggalian mulai dari permukaan tanah yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan bijih berada. Sedangkan open cut dilakukan jika endapan bijih berada di lereng bukit atau daerah pegunungan.

2. Quarry

Jenis tambang ini digunakan untuk menambang bahan tambang berupa batuan atau endapan mineral industry. Bahan tambang yang dihasilkan pada jenis ini berupa bongkahan-bongkahan.

3. Strip Mine

Strip Minning merupakan sistem tambang terbuka yang biasanya digunakan dalam penambangan batu bara. Strip minning dilakukan dengan pengupasan tanah atau batuan penutup lapisan batu bara dengan bentuk pengupasan horizontal dan sejajar.

4. Alluvial Mine

Tambang terbuka jenis ini digunakan untuk melakukan penambangan pada endapan-endapan alluvial yaitu endapan bahan galian atau batuan yang telah mengalami proses pelapukan.

B. Penambangan Tertutup

penambangan bawah tanah

Penambangan tertutup adalah proses penambangan yang dilakukan di bawah permukaan bumi dengan membuat lubang seperti terowongan atau sumuran menuju lokasi bahan tambang di dalam tanah. Sistem penambangan tertutup memiliki beberapa jenis metode penambangan, yaitu :

1. Metode tanpa penyangga

Metode tanpa penyangga disebut juga metode open stope. Metode ini dilakukan dengan membuat terowongan di bawah permukaan tanah tanpa menggunakan penyangga-penyangga. Sehingga bahan galian yang dapat ditambang harus memiliki atap yang cukup kuat.

2. Metode penyangga

Metode penyangga disebut juga metode Supported Stope. Metode tambang tertutup ini dilakukan dengan menggunakan penyangga. Penyangga yang digunakan bisa terbuat dari kayu, besi, atau beton.

3. Metode ambrukan

Metode ambrukan dilakukan dengan cara penggalian bagian bawah sehingga akan meruntuhkan batuan dibagian atasnya. Metode ini digunakan untuk penambangan endapan bijih yang tebal.

Sistem penambangan terbuka dan tertutup memiliki jenis yang berbeda-beda. Sehingga proses penambangan yang dilakukan harus menyesuaikan faktor lingkungan dengan jenis penambangan yang digunakan agar penambangan dapat dilakukan dengan mudah serta memperhatikan keamanannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here